Puasa-Puasa Sunat

•December 28, 2009 • Leave a Comment

1.  Puasa 6 hari di bulan Syawal

Berdasarkan hadis Abu Ayyub Al-Anshari bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “barangsiapa yang berpuasa Ramadhan, lalu menyambungnya dengan enam hari di bulan Syawal,maka dia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR.Muslim: 1164 )

Hadis ini merupakan nash yang jelas menunjukkan disunnahkannya berpuasa enam hari di bulan Syawal. Adapun sebab mengapa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam menyamakannya dengan puasa setahun lamanya, telah disebutkan oleh Imam Nawawi rahimahullah bahwa beliau berkata: “berkata para ulama: sesungguhnya amalan tersebut sama kedudukannya dengan puasa sepanjang tahun, sebab satu kebaikannya nilainya sama dengan sepuluh kali lipat, maka bulan Ramadhan sama seperti 10 bulan, dan enam hari sama seperti dua bulan.” (Syarah Nawawi:8/56)

Hal ini dikuatkan dengan hadis Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda: “berpuasa Ramadhan seimbang dengan sepuluh bulan, dan berpuasa enam hari seimbang dengan dua bulan, maka yang demikian itu sama dengan berpuasa setahun.” (HR.Nasaai dalam Al-kubra (2860), Al-Baihaqi (4/293), dishahihkan Al-Albani dalam Al-Irwa’ (4/107).

2. Puasa Isnin dan Khamis

Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa pada hari Isnin? Maka beliau menjawab: “itu adalah hari yang aku dilahirkan padanya, dan aku diutus, atau diturunkan kepadaku (wahyu).” (HR.Muslim:1162)

Juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan yang lainnya dari Aisyah radhiallahu anha bahwa beliau ditanya tentang puasanya Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam, maka beliau menjawab: “adalah beliau sentiasa menjaga puasa pada hari Isnin dan Khamis” (HR.Tirmidzi (745),Ibnu Majah:1739,An-Nassai (2187), Ibnu Hibban (3643) dan dishahihkan Al-Albani dalam shahih Ibnu Majah)

Juga diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa Nabi shallahu ‘alaihi wasalam berpuasa pada hari Isnin dan Khamis. Lalu ada yang bertanya: sesungguhnya engkau senantiasa berpuasa pada hari Isnin dan Khamis? Beliau menjawab: “dibuka pintu-pintu surga pada hari Isnin dan Khamis,lalu diampuni (dosa) setiap orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun,kecuali dua orang yang saling bertikai, dikatakan:  biarkan mereka berdua sampai keduanya berbaikan.” (HR.Tirmidzi (2023), Ibnu Majah (1740), dan dishahihkan Al-Albani dalam shahih Tirmidzi dan Ibnu Majah)

3. Puasa Nabi Daud Alaihissalam

Berdasarkan hadis yang datang dari Abdullah bin Amr bin ‘Al-Ash radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam bersabda: “puasa yang paling dicintai Allah Ta’ala adalah puasa Daud, beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari. Dan solat yang paling dicintai Allah adalah solatnya Daud,beliau tidur dipertengahan malam,lalu bangun (solat) pada sepertiga malam,dan tidur pada seperenamnya.” (HR.Bukhari :3238,dan Muslim:1159)

Dalam riwayat lain beliau shallahu ‘alaihi wasalam bersabda: “tidak ada puasa (yang lebih utama) diatas puasa Daus Alaihisssalam,setengah tahun,berpuasalah sehari dan berbukalah sehari.” (HR.Bukhari: 1879,Muslim:1159)

4.  Puasa tiga hari dalam sebulan

Berdasarkan hadis Abdullah bin Amr bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam berkata kepadanya: “dan sesungguhnya cukup bagimu berpuasa tiga hari dalam setiap bulan,karena sesungguhnya bagimu pada setiap kebaikan mendapat sepuluh kali semisalnya, maka itu sama dengan berpuasa setahun penuh.” (HR.Bukhari:1874,Muslim:1159)

Juga diriwayatkan oleh Aisyah radhiallahu anha bahwa beliau ditanya oleh Mu’adzah Al-Adawiyyah: apakah Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam senantiasa berpuasa tiga hari dalam setiap bulan? Maka beliau menjawab: Ya. Lalu ditanya lagi: pada hari yang mana dari bulan tersebut? Beliau menjawab: “beliau tidak peduli di hari yang mana dari bulan tersebut ia berpuasa.” (HR.Muslim:1160)

Juga dari hadis Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa beliau berkata: “Teman setiaku Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam memberi wasiat kepadaku untuk berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, mengerjakan solat dua raka’at dhuha, dan agar aku mengerjakan solat witir sebelum aku tidur.” (HR.Bukhari:1180)

Hadis ini menjelaskan bahwa diperbolehkan pada hari yang mana saja dari bulan tersebut ia berpuasa,maka ia telah mengamalkan sunnah.Namun jika ia ingin mengamalkan yang lebih utama lagi,maka dianjurkan untuk berpuasa pada pertengahan bulan hijrah, yaitu tanggal 13, 14 dan 15. Hal ini berdasarkan hadis yang datang dari Abu Dzar radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam bersabda: “wahai Abu Dzar, jika engkau hendak berpuasa tiga hari dalam sebulan, maka berpuasalah pada hari ketiga belas, empat belas dan lima belas.” (HR.Tirmidzi:761,An-Nasaai:2424, Ahmad:5/162, Ibnu Khuzaimah: 2128, Al-Baihaqi: 4/292. Dihasankan oleh Al-Albani dalam Al-Irwa’:4/101-102)

Puasa tiga hari dipertengahan bulan ini disebut dengan hari-hari putih. Dalam riwayat lain dari hadis Abu Dzar radhiallahu’anhu,beliau berkata: “Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam memerintah kami untuk berpuasa tiga hari -hari putih dalam setiap bulan: 13, 14 dan 15.” (HR.Ibnu Hibban:3656)

disebut sebagai “hari-hari putih” disebabkan malam-malam yang terdapat pada tanggal tersebut bulan bersinar putih dan terang benderang. (lihat:Fathul Bari: 4/226)

Yang lebih menunjukkan keutamaan yang besar dalam berpuasa pada hari-hari putih tersebut, di mana Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam tidak pernah meninggalkan amalan ini. Sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Abbas radhiallahu’anhu bahwa beliau berkata: “adalah Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam tidak pernah meninggalkan puasa pada hari-hari putih, baik di waktu safar maupun di saat mukim.” (HR.At-Thabarani: , dishahihkan Al-Albani dalam shahihul jami’: 4848).

5. Puasa Arafah

Berdasarkan hadis Abu Qatadah radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam ditanya tentang puasa pada hari Arafah, beliau menjawab: “menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR.Muslim:1162)

Kecuali bagi mereka yang sedang wukuf di Arafah dalam rangka menunaikan ibadah haji,maka tidak dianjurkan berpuasa pada hari itu. Berdasarkan hadis Ibnu Abbas radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam berbuka di Arafah, Ummul Fadhl mengirimkan segelas susu kepada beliau, lalu beliau meminumnya.” (HR.Tirmidzi: 750,dishahihkan Al-Albani dalam shahih Tirmidzi)

Juga diriwayatkan dari hadis Ibnu Umar radhiallahu’anhu bahwa beliau ditanya tentang hukum berpuasa pada hari Arafah di Arafah?, beliau menjawab: “aku menunaikan ibadah haji bersama Nabi shallahu ‘alaihi wasalam dan beliau tidak berpuasa pada hari itu, aku bersama Abu Bakar radhiallahu’anhu beliau pun tidak berpuasa padanya, aku bersama Umar dan beliau pun tidak berpuasa padanya,aku bersama Utsman dan beliau pun tidak berpuasa padanya. Dan akupun tidak berpuasa padanya, dan aku tidak memerintahkannya dan tidak pula melarangnya.” (HR.Tirmidzi:751.Dishahihkan Al-Albani dalam shahih Tirmidzi)

6. Puasa dibulan muharram,khususnya pada hari ‘Asyura (10 Muharram)

Bulan Muharram adalah bulan yang dianjurkan untuk memperbanyak berpuasa padanya. Berdasarkan hadis Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam bersabda: “puasa yang paling afdhal setelah Ramadhan adalah bulan Allah:  Muharram dan solat yang paling afdhal setelah solat wajib adalah solat malam.” (HR.Muslim:1163)

Dan di antara hari-hari dibulan tersebut, lebih dianjurkan lagi berpuasa pada hari Asyura, yaitu tanggal 10 Muharram. Banyak hadis-hadis yang menunjukkan sangat dianjurkannya berpuasa pada hari ‘Asyura. Diantaranya adalah hadis Aisyah radhiallahu anha bahwa beliau berkata: “Adalah Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam memerintahkan (perintah yang mewajibkan) puasa pada hari ‘Asyura. Maka tatkala telah diwajibkannya Ramadhan, maka siapa yang ingin berpuasa maka silakan dan siapa yang ingin berbuka juga boleh.” (HR.Bukhari:1897,Muslim: 1125)

Dalam riwayat Muslim dari hadis Abu Qatadah bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam ditanya tentang puasa pada hari ‘Asyura, maka beliau menjawab: “menghapus dosa setahun yang telah lalu.” (HR.Muslim:1162)

Dan juga dianjurkan berpuasa pada tanggal 9 Muharram, berdasarkan hadis Ibnu Abbas radhiallahu’anhu bahwa beliau berkata: tatkala Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan untuk berpuasa padanya. Mereka (para shahabat) berkata: wahai Rasulullah ,itu adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashara. Maka bersabda Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam : jika tiba tahun yang berikutnya, insya Allah kita pun berpuasa pada hari kesembilan. Namun belum tiba tahun berikutnya hingga Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam wafat.” (HR.Muslim:1134)

7. Puasa di bulan Sya’ban

Di antara bulan yang dianjurkan memperbanyak puasa adalah di bulan Sya’ban. Berdasarkan hadis Aisyah radhiallahu anha bahwa beliau berkata: “aku tidak pernah melihat Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak dari bulan Sya’ban,” (HR.Bukhari:1868)

Kecuali pada hari-hari terakhir, sehari atau dua hari sebelum ramadhan , tidak diperbolehkan berpuasa pada hari itu, terkecuali seseorang yang menjadi hari kebiasaannya berpuasa maka dibolehkan, seperti seseorang yang terbiasa berpuasa Isnin dan Khamis, lalu sehari atau dua hari tersebut bertepatan dengan hari Isnin atau Khamis. Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam bahwa beliau bersabda: “Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa sehari dan dua hari, kecuali seseorang yang biasa berpuasa pada hari itu maka boleh baginya berpuasa. (HR.Muslim:1082)

Semoga Allah sentiasa menambah ilmu yang bermanfaat dan amal saleh kita dan yang sentiasa diterima disisi-Nya.

Penulis: Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi

Judul: Puasa-Puasa Sunnah

Nasihat Buat Wanita Muslimah Yang Suka Berhias

•November 1, 2009 • Leave a Comment

Keistimewaan Surah an-Nisa’

•October 31, 2009 • Leave a Comment

Ibn Mas’ud berkata, “Sungguh dalam Surah an-Nisa’ terdapat 5 ayat yang mebuatku senang, seakan aku memiliki dunia seisinya, iaitu firman ALLAH”:

1. “Sungguh ALLAH tidak akan menzalimi seseorang walaupun sebesar zarah, dan jika ada kebajikan (sekecil zarah), niscaya ALLAH akan melipatgandakannya dan memberi pahala yang besar di sisi-NYA”. [QS 4:40]

2. “Jika kalian menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang mengerjakannya, niscaya KAMI hapus kesalahan-kesalahan kalian dan akan KAMI masukkan kalian ditempat yang mulia (syurga)”. [QS 4:31]

3. “Sesungguhnya ALLAH tidak akan mengampuni (dosa) kerana mepersekutukan-NYA (syirik), dan DIA akan mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang DIA kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan ALLAH, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar”. [QS 4:48]

4. “ALLAH tidak akan mengampuni dosa syirik (mempersekutukan ALLAH dengan sesuatu), dan DIA mengampuni dosa selain dari itu bagi siapa yang DIA kehendaki. Dan barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan ALLAH, maka dia sesungguhnya telah jauh sekali tersesat”. [QS 4:116]

5. “Dan KAMI tidak mengutus seorang rasul melainkan untuk ditaati dengan izin ALLAH. Dan sungguh, sekiranya mereka setelah menzalimi dirinya datang kepadamu (Muhammad), lalu memohon ampunan kepada ALLAH, dan Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati ALLAH Maha Penerima Taubat, Maha Penyayang”. [QS 4:64] – Riwayat Al Hakim

Hello world!

•October 29, 2009 • 1 Comment

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.